Sabtu

(Renungan) Arti orang tua....

Konon di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatanini terhadap ibunya.

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata,"Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah..."

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.

Orang tua bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. karena pada saat engkau Sukses atau saat engkau dalam keadaan Susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah.

Orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua... Namun Bapak dan Ibu kita tetap mengasihi kita.

Mulai sekarang mari kita lebih mengasihi orang tua kita selagi mereka masih hidup.


Selasa

Minor Custom Solok


Sharing file dari PC ke PC tanpa harus di Download



FilesOverMiles adalah alat untuk sharing File langsung, cepat dan cara yang aman untuk mengirim file melalui Internet. Tidak ada setup atau mendaftar dan transfer file tidak disimpan di mana saja. Ini akan menarik bagi banyak profesional yang ingin berbagi file dengan aman dan efisien.

Langkah 1: Buka website FilesOverMiles. Klik "Browse" dan pilih file untuk mentransfer.



Langkah 2 : setelah Anda memilih file, situs akan menghasilkan URL unik ,yang Anda harus berbagi dengan pengguna ingin mengirim file ke.


Langkah 3 ( User 2): PC pada akhir ini menerima transfer file harus pergi ke  url unik tadi yang akan menampilkan pilihan download dari file yang akan ditransfer PC ke PC.


Dengan cara ini Anda aman dapat mentransfer file dari berbagai ukuran melalui satu pc yang lain dari browser Anda. Tidak perlu upload di mana saja.

Catatan: transfer file akan terus tersedia untuk di-download sampai halaman web pada browser pengguna 1ditutup. Jadi User 1 jangan menutup browser sebelum user 2 selesai mendownload. 

Kamis

Mimpi

Jika sudah membahas soal mimpi, pasti tidak akan ada habisnya. Banyak orang yang mencari info untuk menerjemahkan arti mimpi mereka. Ada beberapa orang yang bilang, mimpi adalah komunikasi antara tubuh, pikiran dan jiwa kita. sebenarnya sepanjang waktu kita bermimpi meski saat kita lagi bangun, cuma proses itu berlangsung di alam bawah sadar kita. Ada beberapa fakta mengenai mimpi.

 1.Rangsangan dari luar mempengaruhi mimpi kita
Seperti misalnya waktu itu saya bermimpi sedang bermain di bawah hujan, lama-lama dingin dari airnya benar-benar terasa nyata. Akhirnya saya bangun dan tersadar ternyata saya tidur dengan jendela terbuka dan malam itu hujan sangat deras sampai muka saya terkena air.

 2.Saat bermimpi tubuhmu akan lumpuh
Hal ini terjadi untuk mencegah supaya tubuh kita gak bergerak-gerak mengikuti “alur cerita” mimpi kita. Ada hormon yg dihasilkan saat kita tidur yg membuat saraf mengirimkan pesan ke tulang belakang menyebabkan tubuh kita menjadi rileks dan lama-2 lumpuh.


3.Kita hanya memimpikan apa yang kita ketahui
Kadang-kadang kita bermimpi tentang seseorang atau lingkungan yang kita tidka kenal. Tapi sebenarnya,kita tidak mungkin bermimpi tentang seseorang atau lingkungan yang tidak kita kenal karena otak tidak punya kemampuan untuk menciptakan itu semua. Jadi kita pasti kenal tentang semua yang di mimpi kita hanya saja otak tidak mampu untuk mengingatnya.

 4.Mimpi itu tidak seperti apa yang terlihat
Apa yg kita lihat dalam mimpi sebenernya merupakan simbolisasi dari hal lain. Otak kita kreatif saat kita tidur, dia akan menggali database memori kita sedemikan dalamnya sampai sering kita sendiri takjub dengan mimpi aneh kita. Bagaikan puisi mimpi itu merupakan penggambaran simbolisasi yg sangat dalam. Itulah sebab mengapa banyak orang yg tertarik dengan buku tafsir mimpi

5.Tidak semua orang mimpinya berwarna.
Menurut penelitian 12% orang normal mimpinya selalu hitam-putih lainnya mimpinya bisa full color.

 6. Mimpi buruk yang dialami bayi
Bayi tidak bermimpi mengenai dirinya sampai sekitar umur 3 tahun. Tapi sejak umur 3 sampai 8 tahun mereka akan mendapatkan mimpi buruk yg jauh lebih sering daripada orang dewasa. Itu jadi jawaban dari kenapa anak kecil sering menangis sesaat setelah terbangun dari tidurnya

Sebuah mimpi adalah deretan pemikiran, citra, suara atau emosi yang dialami pikiran saat tidur (American Heritage Dictionary, 2009). Isi dan fungsi mimpi tidak dipahami sepenuhnya walau ia telah menjadi spekulasi dan minat sepanjang sejarah. Studi ilmiah mimpi disebut oneirologi. Teknologi untuk mempelajari mimpi baru saja berkembang beberapa dekade belakangan.

Makna kultural mimpi


Mimpi Yakub tentang tangga malaikat
Sepanjang sejarah, orang telah mencari makna mimpi atau wahyu lewat mimpi (Lewis). Mimpi telah dijelaskan secara fisiologis sebagai respon pada proses syaraf pada saat tidur, secara psikologis sebagai cerminan bawah sadar, dan secara spiritual sebagai pesan dari tuhan, prediksi masa depan atau berasal dari jiwa, karena simbologi adalah bahasa jiwa. Banyak kebudayaan melaksanakan inkubasi mimpi, dengan tujuan memanen mimpi yang prophetik atau mengandung pesan dari Tuhan.
Yahudi punya upacara tradisional yang disebut”Hatavat Halom” – yang berarti membuat mimpi menjadi baik. Lewat ritual ini mimpi yang mengganggu dapat diubah untuk memberikan penafsiran yang positif oleh seorang rabbi atau sebuah dewan rabbi (Wein, 2006).

Neurologi Bermimpi


EEG menunjukkan gelombang otak saat tidur REM
Tidak ada definisi yang diterima secara universal mengenai definisi bermimpi. Tahun 1952, Eugene Aserinsky menemukan dan mendefinisikan tidur REM saat bekerja dalam pembedahan penasehat PhDnya. Aserinsky menemukan kalau mata orang yang tidur bergerak di bawah kelopak matanya, kemudian ia menggunakan mesin poligraf untuk mencatat gelombang otak mereka saat periode ini. Dalam satu sesi, ia membangunkan subjek yang menangis dan mengigau saat REM dan membenarkan kecurigaannya kalau mimpi telah terjadi (Demend, 1966). Tahun 1953, Aserinsky dan penasehatnya menerbitkan studi terobosan dalam jurnal Science (Aserinsky dan Kleitman, 1953).
Pengamatan yang bertumpuk menunjukkan kalau mimpi erat kaitannya dengan tidur gerakan mata cepat (Rapid Eye Movement – REM), dimana sebuah elektroencephalogram menunjukkan aktivitas otak paling besar seperti saat sadar. Mimpi yang tidak di ingat oleh partisipan pada saat tidur non-REM secara normal lebih biasa dalam perbandingan (Dement dan Kleitmann, 1957). Pada sebuah rentang hidup umum, seorang manusia menghabiskan waktu enam tahun bermimpi (sekitar dua jam tiap malam). Sebagian besar mimpi hanya berlangsung 5 hingga 20 menit. Tidak diketahui dari daerah mana di otak mimpi berasal, bila ada satu asal usul mimpi atau apakah banyak bagian otak terlibat, atau apa tujuan mimpi bagi tubuh dan pikiran.
Pada saat tidur REM, pelepasan neurotransmitter tertentu sepenuhnya ditekan. Sebagai hasilnya, neuron motorik tidak terangsang, sebuah kondisi yang disebut atonia REM. Ini mencegah mimpi menghasilkan gerakan tubuh berbahaya.
Menurut sebuah laporan di jurnal Neuron, otak tikus menunjukkan bukti aktivitas rumit saat tidur, termasuk pengaktifan dalam ingatan deretan panjang aktivitas (Louie dan Matthew, 2001). Studi menunjukkan kalau beragam spesies mamalia dan burung mengalami REM saat tidur, dan mengikuti deretan kondisi tidur yang sama seperti manusia.
Walaupun kekuatannya untuk menjadi liar, merangsang, menakutkan atau mengesankan, mimpi sering diabaikan dalam model utama psikologi kognitif (Barret dan McNamara, 2007). Sebagai metode pemeriksaan digantikan dengan metode objektif yang lebih sadar sekdiri dalam sains sosial tahun 1930an dan 1940an, studi mimpi dibuang dari literatur ilmiah. Mimpi tidak secara langsung dapat diamati oleh pelaku eksperimen tidak pula mimpi yang dilaporkan oleh subjek dapat dihandalkan, akibat mangsa masalah penyimpangan akibat mengingat tertunda, bila ingat sama sekali. Menurut Sigmund Freud, mimpi lebih sering dilupakan sepenuhnya, mungkin karena karakter terlarangnya. Bersama-sama, masalah ini tampak membuatnya berada di luar kajian sains.
Penemuan kalau mimpi terjadi terutama pada saat kondisi tidur yang terbedakan secara elektrofisiologis, tidur gerakan mata cepat (REM), yang dapat diidentifikasi lewat kriteria yang objektif, membawa kelahiran pada minat fenomena ini. Saat episode tidur REM dihitung durasinya dan subjek dibangunkan untuk melaporkan sebelum editing atau pelupaan utama dapat terjadi, ditemukan kalau subjek secara teliti sesuai jangka waktu mereka menimbang narasi mimpi saat tidur sebanding dengan panjang tidur REM yang mendahului bangun. Korelasi dekat tidur REM dan pengalaman mimpi ini menjadi dasar sederetan laporan pertama yang menjelaskan sifat mimpi: yaitu teratur setiap malam, ketimbang berupa aktivitas yang tidak beraturan, dan berfrekuensi tinggi dalam tiap periode tidur yang berlangsung pada selang teramalkan sekitar tiap 60 – 90 menit sepanjang rentang hidup manusia. Episode tidur REM dan mimpi yang menemaninya diperpanjang waktu malam, dengan episode pertama yang terpendek, sekitar 10 – 12 menit, dan episode kedua dan ketiga meningkat hingga 15 – 20 menit. Mimpi pada akhir malam dapat berlangsung sepanjang 15 menit, walau ini dapat dialami sebagai beberapa kisah yang berbeda karena interupsi sesaat yang mengganggu tidur saat malam berakhir. Laporan mimpi dapat dilaporkan dari subjek normal pada 50% kejadian saat terbangun pada akhir periode REM pertama. Tingkat pengingatan ini meningkat hingga sekitar 99% saat bangun dari periode REM terakhir dalam satu malam. Peningkatan dalam kemampuan mengingat ini tampaknya berhubungan dengan intensifikasi sepanjang malam dalam kejelasan pencitraan, warna dan emosi mimpi.

Teori Sintesis Aktivasi

Tahun 1976 J. Allan Hobson dan Robert McCarley mengajukan sebuah teori baru yang merubah penelitian mimpi, menantang pandangan mimpi Freud sebelumnya sebagai keinginan bawah sadar untuk ditafsirkan. Teori sintesis aktivasi mengatakan bahwa pengalaman inderawi dibuat oleh korteks sebagai alat menafsirkan sinyal kacau dari pons. Mereka mengajukan kalau dalam mimpi REM, gelombang PGO (Ponto-Geniculo-Occipital) kolinergik naik merangsang struktur kortikal otak tengah dan depan, menghasilkan gerakan mata cepat. Otak depan yang teraktivasi kemudian mensintesa mimpi dari informasi yang dibuatnya secara internal. Mereka mengasumsikan kalau struktur yang sama yang menghasilkan tidur REM juga membangkitkan informasi inderawi.
Penelitian Hobson tahun 1976 menyarankan kalau sinyal yang ditafsirkan sebagai mimpi berasal dari batang otak saat tidur REM. Walau begitu, penelitian oleh Mark Solms menunjukkan kalau mimpi dibangkitkan di otak depan, dan bahwa tidur REM dan bermimpi tidak berhubungan langsung (Solms, 2000). Saat bekerja dalam departemen bedah syaraf di Johannesburg dan London, Solms memiliki akses pada pasien dengan beragam cedera otak. Ia mulai menanyakan pasien mengenai mimpi mereka dan membenarkan kalau pasien dengan kerusakan di lobus parietal tidak dapat bermimpi; penemuan ini sejalan dengan teori Hobson tahun 1977. Walau begitu, Solms tidak menemukan kasus hilangnya mimpi dengan pasien yang mengalami kerusakan batang otak. Pengamatan ini memaksanya mempertanyakan teori Hobson yang menandai batang otak sebagai sumber sinyal yang ditafsirkan sebagai mimpi. Solms memandang gagasan bermimpi sebagai fungsi dari banyak struktur otak yang membenarkan teori mimpi Freud, gagasan yang mendapat kritik dari Hobson. Tahun 1978, Solms, bersama rekannya William Kauffman dan Edward Nadar, melakukan sdederetan studi pengaruh tumbukan cedera traumatis menggunakan beberapa spesies primata, khususnya monyet howler, untuk menyanggah postulat Hobson kalau batang otak berperan penting dalam patologi mimpi. Sayangnya, percobaan Solms terbukti tidak dapat disimpulkan, karena tingkat kematian yang tinggi berasosiasi dengan penggunaan paku tumbuk hidrolik pada kerusakan otak buatan dalam subjek uji berarti bahwa pool kandidat akhirnya terlalu kecil untuk memenuhi persyaratan metode ilmiah (Rock, 2004)

Teori Aktivasi Berkelanjutan

Menggabungkan hipotesis sintesis aktivasi Hobson dengan penemuan Solm, teori mimpi aktivasi berkelanjutan disajikal oleh Jie Zhang yang mengajukan kalau mimpi adalah hasil dari aktivasi dan sintesis otak; pada saat bersamaan, tidur REM dan bermimpi dikendalikan oleh mekanisme otak yang berbeda. Zhang berhipotesis kalau fungsi tidur adalah memproses, menyandikan dan mentransfer data dari ingatan sementara ke ingatan jangka panjang, walau tidak ada banyak bukti mendukung konsolidasi ini. Tidur NREM memproses ingatan terkait sadar (ingatan deklaratif), dan tidur REM memproses ingatan terkait tidak sadar.
Zhang beranggapan kalau saat tidur REM, bagian otak yang tidak sadar sibuk memproses ingatan prosedural; sementara itu, tingkat aktivasi dalam bagian sadar otak akan turun pada tingkat sangat rendah karena masukan dari inderawi yang pada dasarnya tidak terhubung lagi. Ini akan memicu mekanisme “aktivasi-berkelanjutan” untuk membangkitkan aliran data dari penyimpan ingatan untuk mengalir lewat bagian sadar otak. Zhang menyarankan kalau aktivasi otak mirip sinyal ini adalah penginduksi tiap mimpi. Ia mengajukan bahwa, dengan keterlibatan sistem berpikir asosiatif otak, bermimpi kemudian, menjaga dirinya sendiri dengan pemikiran pemimpi sendiri hingga pemasukan sinyal ingatan selanjutnya. Hal ini menjelaskan mengapa mimpi memiliki karakteristik kontinuitas (dalam sebuah mimpi) dan perubahan mendadak (antara dua mimpi) (Zhang, 2004; 2005).

Mimpi sebagai perangsang ingatan jangka panjang

Eugen Tarnow menyarankan kalau mimpi adalah perangsangan pada ingatan jangka panjang yang selalu ada, bahkan pada saat sadar. Keanehan mimpi karena format ingatan jangka panjang, berdasarkan penemuan Penfield & Rasmussen bahwa rangsangan listrik pada korteks membangkitkan pengalaman yang sama dengan mimpi. Pada saat sadar, fungsi eksekutif menafsirkan ingatan jangka panjang konsisten dengan pemeriksaan realitas. Teori Tarnow adalah pengerjaan ulang teori mimpi Freud dimana ketidaksadaran Freud digantikan dengan sistem ingatan jangka panjang dan “Pekerjaan Mimpi” Freud menjelaskan struktur ingatan jangka panjang (Tarnow, 2003).

Lokasi hippocampus

Mimpi untuk memperkuat ingatan semantik

Studi tahun 2001 menunjukkan bukti bahwa lokasi ilogis, karakter dan aliran mimpi dapat membantu otak memperkuat keterhubungan dan keselarasan ingatan semantik. Kondisi ini dapat terjadi karena, saat tidur REM, aliran informasi antara hippocampus dan neokorteks berkurang (Stickgold et al, 2001). Meningkatnya level hormon stress kortisol cukup lama setelah tidur (sering saat tidur REM) menyebabkan menurunnya komunikasi ini. Satu tahap konsolidasi ingatan adalah pengkaitan ingatan yang jauh tapi berhubungan. Payne dan Nadal berhipotesis kalau ingatan ini kemudian di konsolidasikan menjadi sebuah narasi yang halus, sama dengan proses yang terjadi saat ingatan diciptakan waktu stress (Payne dan Nadel, 2004).

Mimpi untuk membuang sampah

Robert (1886), seorang ahli fisiologi dari Hamburg, adalah yang pertama kali berpendapat bahwa mimpi adalah sebuah kebutuhan dan bahwa ia memiliki fungsi untuk menghapus (a) kesan inderawi yang tidak sepenuhnya bekerja dan (b) gagasan yang tidak sepenuhnya berkembang sepanjang hari. Lewat mimpi, material yang tidak lengkap akan dibuang atau diperdalam dan dimasukkan kedalam ingatan. Gagasan Robert dikutip berulang kali oleh Freud dalam karyanya Traumdeutung. Hughlings Jackson (1911) memandang kalau mimpi bertindak untuk menyapu ingatan dan koneksi yang tidak perlu sepanjang hari. Hal ini direvisi tahun 1983 oleh teori ‘belajar mundur’ Crick dan Mitchison, yang menyatakan bahwa mimpi seperti operasi membersihkan komputer saat mereka offline, menghilangkan noda parasit dan “sampah” lainnya dari pikiran saat tidur (Evans dan Newman, 1964; Crick dan Mitchison, 1983). Walau begitu, pandangan berlawanan bahwa mimpi memiliki sebuah fungsi konsolidasi ingatan dan penanganan informasi (Hennevin dan Leconte, 1971) juga umum diterima. Mimpi adalah hasil dari penembakan spontan dari pola syaraf saat otak melakukan konsolidasi ingatan saat tidur.

Mimpi sebagai resonansi dalam rangkaian syaraf

Pada saat tidur, mata tertutup, sehingga otak pada beberapa derajat menjadi terisolasi dari dunia luar. Lebih jauh semua sinyal dari indera (kecuali penciuman) harus melewati thalamus sebelum mencapai korteks otak, dan pada saat tidur aktivitas thalamus terhenti (Rey et al, 2007). Ini berarti kalah otak terutama bekerja dengan sinyal dari dirinya sendiri. Sebuah fenomena yang terkenal baik dalam sistem fisika dinamis dimana tingkat masukan dan keluaran dari sistem rendah adalah bahwa ayunan membuat pola resonansi spontan terjadi. Karenanya, mimpi mungkin merupakan akibat sederhana dari ayunan syaraf.

Psikologi tidur dan mimpi

Mimpi untuk menguji dan memilih skema mental

Coutts (2008) berhipotesis kalau mimpi memodifikasi dan menguji skema mental saat tidur dalam sebuah proses yang ia namakan seleksi emosional, dan bahwa hanya modifikasi skema yang tampak adaptif secara emosional saat uji mimpi dipilih untuk retensi, sementara yang tampaknya maladaptif ditinggalkan atau dimodifikasi lebih jauh dan diuji. Alfred Adler berpendapat bahwa mimpi sering merupakan persiapan emosional untuk memecahkan masalah, membersihkan individu dari akal sehat menuju logika pribadi. Perasaan mimpi residual dapat memperkuat ataupun menginhibasi tindakan yang di kontemplasikan.

Teori psikologi evolusi tentang mimpi

Psikolog evolusioner percaya kalau mimpi merupakan semacam fungsi adaptif untuk bertahan hidup. Deirdre Barrett berpendapat kalau mimpi hanyalah “berpikir dalam kondisi biokimia yang berbeda” dan percaya kalau orang terus bekerja pada semua masalah yang sama – pribadi dan objektif – dalam keadaan tersebut.” (Barret, 2007). Penelitiannya menemukan kalau apapun – matematika, komposisi musik, masalah bisnis – dapat diselesaikan lewat mimpi, namun dua daerah yang khususnya membantu adalah 1) apapun yang mengandung visualisasi yang jelas dalam solusinya, apakah itu masalah desain seni atau penemuan teknologi 3 dimensi dan 2) masalah dimana solusinya berada dalam “berpikir di luar kotak” – yaitu orang tersebut terjebak karena kesepakatan umum dalam mendekati masalah tersebut salah (Barret, 2001; 1993). Dalam teori terkait, yang di istilahkan oleh Mark Blechner dengan “Darwinisme Oneirik,” mimpi dilihat sebagai penciptaan gagasan baru lewat pembuatan mutasi pemikiran secara acak. Sebagiannya ditolak oleh pikiran karena tidak berguna, sementara yang lain dilihat berguna dan dipertahankan (Blechner, 2001). Psikolog Finlandia Antti Revonsuo berpendapat bahwa mimpi telah ber evolusi sebagai “simulasi ancaman” secara eksklusif.

Teori Psikosomatik

Mimpi adalah hasil dari “imajinasi terdisosiasi”, yang terdisosiasi dari diri yang sadar dan menarik material dari ingatan inderawi untuk simulasi, dengan umpan balik inderawi dihasilkan dalam halusinasi. Dengan mensimulasi sinyal inderawi untuk mengendalikan syaraf otonom, mimpi dapat mempengaruhi interaksi pikiran – tubuh. Dalam otak dan tulang belakang, “syaraf penyembuh” otonom, yang dapat memperluas pembuluh darah, berhubungan dengan syaraf rasa sakit dan tekanan. Syaraf ini terkelompok menjadi banyak rantai yang disebut meridian dalam pengobatan china. Saat bermimpi, tubuh juga menggunakan meridian reaksi berantai untuk memperbaiki tubuh dan membantunya tumbuh dan berkembang dengan mengirimkan sinyal kompresi – gerakan sangat intensif saat tingkat enzim pertumbuhan bertambah (Tsai, 1995).

Hipotesis lain mengenai mimpi

Ada banyak lagi hipotesis mengenai fungsi mimpi, antara lain: (Cartwjustify, 1993)
  • Mimpi memungkinkan bagian pikiran lain yang tertekan untuk dipuaskan lewat fantasi sementara tetap membiarkan pikiran sadar dari berpikir apa yang tiba-tiba menyebabkan seseorang tersadar dari shock (Veldfelt, 1999).
  • Freud berpendapat bahwa mimpi buruk membuat otak belajar mengambil kendali pada emosi yang dihasilkan dari pengalaman yang menekan (Cartwjustify, 1993).
  • Jung berpendapat kalau mimpi dapat menyumbang pada sikap satu sisi dalam kesadaran terjaga (Jung, 1948).
  • Ferenczi (1913) berpendapat bahwa mimpi, saat diceritakan, dapat mengkomunikasikan sesuatu yang tidak dikatakan secara langsung.
  • Mimpi mengatur mood (Kramer, 1993).
  • Hartmann (1995) mengatakan mimpi dapat berfungsi seperti psikoterapi, dengan “membuat koneksi di tempat yang aman” dan memungkinkan pemimpi untuk mengintegrasikan pemikiran yang mungkin terdisosiasi saat ia sadar.
  • Penelitian yang lebih baru oleh psikolog Joe Griffin, mengikuti tinjauan data dua belas tahun dari semua laboratorium tidur utama, membawa pada perumusaan teori pemenuhan harapan mimpi, yang menyarankan kalau mimpi secara metafora melengkapi pola harapan emosional dalam sistem syaraf otonom dan menurunkan tingkat stress mamalia (Griffin, 1997; Griffin dan Tyrrel, 2004)

Isi mimpi

Dari tahun 1940an hingga 1985, Calvin S. Hall mengumpulkan lebih dari 50 ribu laporan mimpi di Western Reserve University. Tahun 1966 Hall dan Van De Castle menerbitkan The Content Analysis of Dreams dimana mereka menggariskan sistem penyandian untuk mempelajari 1000 laporan mimpi dari mahasiswa (Hall dan Van de Castle, 1966). Ditemukan bahwa orang di penjuru dunia mengimpikan sebagian besar hal yang sama. Laporan mimpi lengkap Hall secara publik tersedia di pertengahan 1990an oleh protégé Hall William Domhoff, untuk analisis berbeda lebih lanjut.
Pengalaman pribadi dari hari kemarin atau minggu lalu sering ditemukan dalam mimpi (Alain et al, 2003).

Emosi

Emosi yang paling umum di alami dalam mimpi adalah rasa takut. Emosi lain antara lain rasa sakit, rasa kesepian, rasa senang, rasa gembira, dan sebagainya. Emosi negatif lebih sering dirasakan daripada positif (Hall dan Van de Castle, 1966).

Tema Seksual

Analisa data Hall menunjukkan kalau mimpi seksual terjadi tidak lebih dari 10% kejadian dan lebih sering terjadi pada remaja awal dan pertengahan (Hall dan Van de Castle, 1966). Studi lain menunjukkan kalau 8% mimpi pria dan wanita memiliki muatan seksual (Zadra, 2007). Dalam beberapa kasus, mimpi seksual dapat menghasilkan orgasme atau emisi nokturnal. Hal ini umumnya dikenal sebagai mimpi basah (Badan Pusat Statistik, 2004).

Mimpi berulang

Sementara isi dari sebagian besar mimpi di impikan hanya sekali, banyak orang mengalami mimpi yang berulang – yaitu, narasi mimpi yang sama di alami dalam saat berbeda waktu tidur. Hingga 70% perempuan dan 65% laki-laki melaporkan mimpi mereka berulang.

Warna vs Hitam putih

Sedikit orang mengatakan kalau mimpi mereka hanya hitam putih (Schredl et al, 2004; Alleyne, 2008).

Penafsiran Mimpi

Mimpi secara historik digunakan untuk menyembuhkan (seperti dalam asclepieion yang ditemukan dalam kuil Asclepius Yunani Kuno) dan juga sebagai petunjuk atau wahyu. Beberapa suku Indian menggunakan penaklukkan visi sebagai ritual perjalanan, puasa dan berdoa hingga sebuah mimpi pemandu diperoleh, dan dibagikan pada suku lainnya saat mereka kembali (Webb, 1995).
Pada akhir abad 19 dan awal abad 20, baik Sigmund Freud maupun Carl Jung mengatakan mimpi sebagai interaksi alam bawah sadar dan sadar. Mereka juga mengatakan kalau alam bawah sadar adalah kekuatan dominan dalam mimpi, dan dalam mimpi ia menunjukkan aktivitas mentalnya pada fakultas persepsi. Sementara Freud merasa kalau ada sebuah sensor aktif melawan alam bawah sadar bahkan saat tidur, Jung berpendapat kalau kualitas buruk mimpi adalah bahasa yang efisien, dibandingkan dengan puisi dan secara unik mampu mengungkapkan makna di baliknya.
Fritz Perls menyajikan teori mimpinya sebagai bagian holistik terapi Gestalt. Mimpi dipandang sebagai proyeksi dari bagian diri yang diabaikan, ditolak atau ditekan (Wegner et al, 2004). Jung berpendapat kalau orang dapat mempertimbangkan setiap orang di dalam mimpi sebagai satu aspek dari pemimpi, yang ia sebut pendekatan subjektif mimpi. Perls memperluas sudut pandang ini dengan mengatakan kalau bahkan benda tidak hidup dalam mimpi dapat mewakili aspek pemimpi. Pemimpi karenanya diminta membayangkan sebuah benda dalam mimpinya dan menjelaskannya, untuk membawa ke kesadaran karakteristik dari benda yang berkaitan dengan kepribadian pemimpi.

Hubungan dengan kondisi medis

Terdapat bukti kalau beberapa kondisi medis (umumnya hanya kondisi neurologis) dapat mempengaruhi mimpi. Sebagai contoh, orang menderita sinestesia tidak pernah melaporkan mimpi yang sepenuhnya hitam putih, dan sering kali sulit membayangkan bagaimana bermimpi secara hitam putih (Harrison, 2001).
Terapi untuk mimpi buruk berulang (sering terkait dengan gangguan stress pasca trauma) dapat memuat membayangkan skenario alternatif yang dapat dimulai pada tiap langkah mimpi.

Mimpi dan psikosis

Sejumlah pemikir telah berkomentar pada kesamaan antara fenomenologi mimpi dan psikosis. Tampilan yang sama pada kedua keadaan adalah gangguan pikiran, efek melempeng atau ketidakpantasan (emosi), dan halusinasi. Diantara para filsuf, Immanuel Kant, misalnya, menulis kalau ‘orang gila adalah seorang pemimpi di saat bangun’ (La Barre, 1975). Arthur Schopenhauer mengatakan: ‘Sebuah mimpi adalah psikosis jangka pendek, dan sebuah psikosi adalah mimpi jangka panjang.’ (Ibid). Dalam bidang psikoanalisa, Sigmund Freud menulis: ‘Mimpi adalah sebuah psikosis’(Freud, 1940) dan Carl Jung: ‘Biarkan seorang pemimpi berjalan dan bertindak seperti orang yang sadar dan kita akan melihat gambaran klinis dari dementia praecox.’(Jung, 1909)
McCreery (1997, 2008) mencoba menjelaskan kesamaan ini dengan merujuk pada fakta, yang didokumentasikan oleh Oswald (1962), kalau tidur dapat muncul sebagai reaksi pada stress ekstrim dan rangsangan hyper. McCreery menambahkan bukti kalau psikotik adalah orang dengan kecenderungan terangsang hiper, dan menyarankan kalau hal ini membuat mereka rentan pada apa yang disebut oleh Oswald sebagai ‘tidur mikro’ saat sadar. Ia menekankan khususnya pada penemuan paradoksial dari Stevens dan Darbyshire (1958) dimana pasien yang menderita katatonia dapat dirangsang dari stupor mereka dengan menggunakan sedatif bukannya stimulan.
Griffin dan Tyrrell (2003a) melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa “schizophrenia adalah realitas sadar yang diproses dengan otak yang bermimpi.”(Griffin dan Tyrell, 2003b)

Fenomena lain yang berhubungan

Mimpi Lusid

Bermimpi lusid adalah persepsi sadar dari keadaan seseorang saat bermimpi. Dalam keadaan ini seseorang biasanya memiliki kendali pada karakter dan lingkungan dari mimpi dan juga tindakan pemimpi itu sendiri dalam mimpi. Kemunculan mimpi lusid telah dibenarkan secara ilmiah (Watanabe, 2003).
Oneironaut adalah istilah yang biasanya dipakai bagi mereka yang bermimpi lusid.

Mimpi transgresi tanpa pikiran

Mimpi transgresi tanpa pikiran (Dreams of absent-minded transgression – DAMT) adalah mimpi dimana sang pemimpi tanpa pikiran melakukan tindakan yang ia coba hentikan (salah satu contoh klasik adalah seorang yang berhenti merokok bermimpi menyalakan rokok). Subjek yang mengalami DAMT melaporkan bangun dengan perasaan bersalah. Salah satu studi menemukan hubungan positif antara memiliki mimpi ini dengan berhasilnya menghentikan perilaku (Hajek dan Belcher, 1991).

Bermimpi dan “dunia nyata”

Di waktu malam mungkin ada banyak stimuli luar yang membombardir indera, namun pikiran sering menafsirkan stimulus dan menjadikannya bagian dari sebuah mimpi untuk memastikan tidur yang berkelanjutan (Antrobus, 1993). Inkorporasi mimpi adalah sebuah fenomena dimana sebuah sensasi aktual, seperti suara lingkungan terindera di dalam mimpi seperti mendengarkan telepon berbunyi dalam mimpi sementara ia memang berdering di dunia nyata, atau bermimpi buang air kecil saat ia memang buang air kecil di ranjang. Pikiran dapat, walau begitu, membangunkan individual bila mereka dalam bahaya atau bila terlatih untuk merespon suara tertentu, seperti tangisan bayi. Kecuali dalam kasus mimpi lusid, orang bermimpi tanpa sadar kalau mereka bermimpi. Beberapa filsuf menyimpulkan kalau apa yang kita pikir sebagai “dunia nyata” bisa jadi atau memang sebuah ilusi (sebuah gagasan yang dikenal sebagai hipotesis skeptis ontologi). Terdapat lukisan terkenal karya Salvador Dalí yang menggambarkan konsep ini, berjudul “Dream Caused by the Flight of a Bee around a Pomegranate a Second Before Awakening” (1944). Gagasan pertama dalam hal ini dalam sejarah berasal dari Zhuangzi, dan juga di bahas dalam Hinduisme; Buddhisme membuat penggunaan ekstensif argumen ini dalam kitab-kitabnya (Kher, 1992). Ia secara resmi diperkenalkan dalam filsafat barat oleh Descartes pada abad ke-17 dalam karyanya Meditations on First Philosophy. Stimulus, biasanya dalam bentuk auditori, menjadi bagian dari mimpi, pada gilirannya membangunkan sang pemimpi. Istilah “inkorporasi mimpi” juga digunakan dalam penelitian yang memeriksa derajat dimana peristiwa siang sebelumnya menjadi unsur dari mimpi. Studi terbaru menunjukkan kalau peristiwa di hari sebelumnya, dan seminggu sebelumnya, memiliki pengaruh terbesar (Alain et al, 2003).

Mengingat mimpi

Ingatan tentang mimpi sangat tidak dapat dihandalkan, walau ia merupakan sebuah keahlian yang dapat dilatih. Mimpi biasanya dapat diingat jika seseorang tersadar saat bermimpi. Perempuan cenderung memiliki ingatan mimpi lebih banyak daripada laki-laki. Mimpi yang sulit diingat dapat dicirikan oleh pengaruh dan faktor yang relatif kecil seperti rangsangan dan interferensi yang berperan dalam mengingat mimpi. Seringkali, sebuah mimpi dapat diingat akibat melihat atau mendengar pemicu atau stimulus acak. Sebuah jurnal mimpi dapat dipakai untuk membantu mengingat mimpi, untuk tujuan psikoterapi atau hiburan semata. Bagi sebagian orang, citra atau sensasi yang kabur dari mimpi malam sebelumnya kadang secara spontan dirasakan di saat tertidur. Walau begitu mereka biasanya terlalu kabur untuk memungkinkan diingat. Paling tidak 95% dari semua mimpi tidak diingat. Kimiawi otak khusus yang diperlukan untuk merubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang ditekan saat tidur REM. Kecuali sebuah mimpi tersebut terang dan anda terbangun segera setelahnya, isi dari mimpi tidak akan dapat diingat (Hobson dan McCarly, 1977).

Déjà vu

Salah satu teori déjà vu menisbahkan perasaan memiliki atau mengalami sesuatu yang sebelumnya sudah pernah dilakukan pada pengalaman bermimpi dalam situasi atau lokasi yang sama, dan melupakannya hingga ia secara misterius mengingatkan pada situasi atau lokasi saat sadar (Lohff, 2004)

Prakognisi tampak

Menurut survey, adalah umum bagi orang untuk merasakan bahwa mimpi mereka meramalkan peristiwa yang akan datang dalam hidupnya (Hines, 2003). Psikolog menjelaskan pengalaman ini dalam istilah bias ingatan, yaitu sebuah ingatan selektif untuk prediksi akurat dan ingatan tersimpangkan sehingga mimpi tersebut sesuai dengan pengalaman hidup (Ibid). Sifat multi faset dari mimpi membuatnya mudah menemukan koneksi antara isi mimpi dan peristiwa nyata (Gilovich, 1991).
Dalam satu percobaan, subjek diminta menuliskan mimpi mereka dalam diary. Hal ini mencegah efek ingatan selektif, dan mimpi-mimpi tidak lagi terlihat akurat meramalkan masa depan (Alcock, 1981). Percobaan lain memberi subjek sebuah diary palsu dari seorang siswa yang bermimpi prakognitif tampak. Diari ini menceritakan peristiwa dari kehidupan seseorang, dan juga beberapa mimpi prediktif dan beberapa mimpi non prediktif. Saat subjek diminta mengingat mimpi yang telah mereka baca, mereka mengingat lebih banyak prediksi yang sukses daripada prediksi yang gagal (Madey dan Gilovich, 1993).

Kebudayaan populer

Kebudayaan populer modern sering menganggap mimpi, seperti Freud, sebagai ekspresi rasa takut dan keinginan terdalam pemimpi (Van Riper dan Bowdoin, 2002). Dalam film seperti Spellbound (1945) atau The Manchurian Candidate (1962), protagonis harus mengekstrak petunjuk vital dari mimpi surreal (Ibid).
Sebagian besar mimpi dalam kebudayaan populer, walau begitu, tidak simbolik, namun langsung dan merupakan gambaran realistik dari rasa takut dan keinginan pemimpi (Ibid). Latar mimpi dapat tak terbedakan dari yang ada di dunia nyata pemimpi, sebuah alat naratif yang membawahi pemimpi dan rasa kemamanan penonton (ibid) dan memungkinkan protagonis film horror, seperti dari Carrie (1976), Friday the 13th (1980) atau An American Werewolf in London (1981) untuk mendadak menyerang kekuatan gelap sementara ia berada di tempat yang tampaknya aman (Ibid).
Dalam fiksi spekulatif, garis antara mimpi dan kenyataan dapat dikaburkan lebih jauh dalam cerita (Ibid). Mimpi dapat secara psikis diserang atau dimanipulasi (film Nightmare on Elm Street, 1984–1991) atau benar begitu saja (seperti dalam The Lathe of Heaven, 1971). Kisah demikian bermain pada pengalaman penonton dengan mimpi mereka sendiri, yang terasa nyata bagi mereka (Ibid).

Rabu

Ketidaksempurnaan

Benar sekali..!

Setiap orang memang punya sisi gelap, kekurangan dan kekhilafan. Secara umum, kita semua mengetahuinya, menganggap hal tersebut wajar, sehingga saat ada orang lain yang sedang masuk dalam kegelapan kita bisa (berusaha) memaklumi. Namun manusia tetaplah manusia, yang ada cacat dan celanya. Dan saat kekurangan itu muncul, kekecewaan yang besar dan rasa tak terima muncul pula di hati.

Ketidaksempurnaan dipengaruhi oleh kata-kata "seharusnya" karna ternyata yang "seharusnya tidak mungkin" itu banyak yang terjadi.

Sesungguhnya suatu saat kita bisa sakit, bisa jatuh bangkrut, bisa juga 'tergelincir' melakukan khilaf, bisa juga menangis, bisa juga punya segudang masalah, bisa juga punya hal-hal yang bahkan lebih buruk dari yang kita alami dan kita miliki dan sisi ini adalah sisi gelap

Selasa

(True Story) Sepenggal kisah sahabatku "Makna sebuah pengorbanan"

Malam itu Seorang sahabat bercerita tentang suatu hal yang sepertinya begitu berat baginya untuk bisa menerima keadaan yang sedang dia alami. Kita sebut saja namanya Heri (bukan nama sebenarnya), Heri adalah sahabat terdekat saya dan bahkan hal sekecil apapun yang dia alami selalu diceritakannya kepada saya sehingga hubungan kedekatan kami sudah seperti layaknya saudara. Saat ini Heri dekat dengan seorang wanita yang berada agak jauh dari kota dimana Heri sekarang berada. Dulu Heri pernah tinggal di kota tersebut, tetapi bencana alam yang hampir menguburnya itu membuat ia mengalami trauma. Peristiwa itu telah membuat Heri jadi sangat-sangat kehilangan keberanian untuk kembali menginjakkan kaki di kota tersebut. Namun semenjak berkenalan dengan sosok wanita impiannya, Heri mulai memberanikan diri dan bahkan traumanya pun sudah mulai berangsur-angsur pulih. Mungkin juga karna ada hal yang menguatkan dia untuk berani berkunjung lagi kesana.

Bermula pada malam itu, mereka jalan-jalan keluar sambil mencari apa yang bisa dijadikan pengganjal perut yang mudah-mudahan bisa sebagai pengganti makan malam. Siapa mereka..? Mereka adalah Heri dan wanita pujaannya bernama Tia (juga bukan nama sebenarnya). Heri berasal dari keluarga yang sederhana dan saat ini sudah mempunyai penghasilan yang bisa dibilang masih pas-pasan. Setelah mengitari pusat jajanan, sambil mencari-cari apa kira-kira yang cocok untuk dimakan malam itu, ternyata Tia ingin makan gado-gado yang katannya sangat enak... Ada pedagang gado-gado disana yang dulunya sering juga Tia datangi sekedar untuk beli rujak.

Didasari rasa ingin selalu bersama, Heri pun menuju lokasi tersebut dan malam itu mereka menikmati gado-gado yang seperti kata Tia... benar-benar lezat. Tapi apakah Heri tidak sadar akan akibat dari makanan yang dimakannya..? "Sadar kok.. aku tahu kalau kol dan rawit harus aku hindari kalau masih sayang sama lambung" begitu katanya. Memang beberapa tahun belakangan ini dia selalu berusaha menghindari makanan tersebut karna lambungnya sangat lemah semenjak penyakit magh menyerangnya dan sebenarnya Tia pun tahu akan hal itu, tapi mungkin malam itu Tia lupa.

Sepulang dari sana Heri sudah mulai merasakan sesuatu yang aneh di bagian perut tapi dia tetap berusaha menyembunyikan kesakitan agar Tia tidak mencemaskan keadaannya. Sesampai dirumah, Perut Heri suah seperti tdak bersahabat lagi dan kembali dia merasakan sakit yang selama ini berusaha ia hindari. Sampai menjelang subuh dia masih bolak-balik kekamar kecil dan itu membuatnya tidak bisa beristirahat malam namun alhamdulillah setelah solat subuh dia bisa memejamkan matanya untuk beristirahat.

Pagi harinya kira-kira pukul 10 lewat, Heri terbangun dan sadar kalau hari ini Tia akan buka toko sendirian. (Tia saat ini mengelola sebuah toko dan kebetulan teman yang biasa jaga toko tersebut lagi pulang kampung karena ada sesuatu hal yang harus diselesaikannya). Benar... pagi itu di Hp Heri sudah ada sms dari Tia yang mengabarkan akan ke toko pagi ini sekitar pukul 9 dan itu pun baru Heri ketahui disaat dia bangun karna semalam Heri tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya perihal pukul berapa rencana Tia untuk buka toko besok pagi. Dengan sangat tergesa-gesa Heri beres-beres tanpa sempat setrika baju yang rencananya akan dipakai hari ini agar Tia bisa melihat Heri memakai baju pemberiannya. Namun rencananya gagal karna setrikaan tidak dia temukan, maklumlah... Heri nginap dirumah kakaknya dan tidak begitu tahu dimana keberadaan setrikaan tersebut. Mungkin berada di dalam kamar yang telah dikunci karna seluruh penghuni rumah saat itu sudah keluar menjalani aktifitas masing-masing. Disaat Heri terjaga pagi itu, ia sudah mengirimkan sms permintaan maaf atas keterlambatannya bangun pagi ini kepada Tia. Berangkatlah dia dengan menempuh perjalanan yang tidak begitu jauh dengan dua kali menaiki angkot danHeri tiba di toko Tia. Heri pun membayangkan, bagaimanapun nanti sambutan Tia, ia akan dia terima.. "Tak apa-apa lah.. toh ini salah aku juga"

Sepertinya Tia juga sayang terhadap Heri, buktinya pagi itu Heri disuguhi nasi goreng yang tadi sudah dibuatnya dirumah sebelum berangkat ke toko lengkap dengan telur dadar kesukaan Heri. Tak lupa juga sebuah bungkusan berisi lauk bikinan Tia untuk makan siang Heri nantinya sepulang dari kota ini. Namun sekarang bungkusan itu bukan untuk Heri lagi... tapi kali ini bungkusan itu untuk adiknya.." ga apa-apa lah.. mungkin Tia marah padaku.. " pikirnya.

Sekuat yang dia bisa, akhirnya suguhan yang Tia berikan tersebut bisa dia habiskan dengan waktu hampir sejam diselingi bolak-balik kekamar kecil walau keaadaan sebenarnya perut Heri masih belum bisa menerima asupan makanan karna perih sisa semalam belum juga reda.

Sampai menjelang sore keadaan tak jauh berubah dan merekapun lebih banyak diam.. Tidak seperti biasannya... Dan disaat Tia pengen dibelikan ikan untuk aquarium mininya sebagai pengganti ikan yang belum lama ini mati, Heri membawa sepasang ikan mas kuning hitam yang menurut dia itulah ikan terbagus yang dijual penjaja ikan dadakan di dekat TPU. Tia memang mempunyai sebuah aquarium mini sebagai hiasan toko. Tia sangat menyukai ikan dan sering juga ikan itu diajak bicara diwaktu senggang seperti menurut pengakuan Tia . Seperti biasa, si-ikan akan mendapatkan sebuah nama lucu. Namun kali ini namanya sungguh aneh dan mungkin tidak seperti nama yang lumrah kita dengar "Si-pendusta dan si-pembohong". Nama yang unik.. namun bagi Heri nama itu bukan hanya sekedar unik tapi juga seperti hantaman benda besar yang menimpa dadanya.. "aku memang salah.. aku lah yang salah..." begitu ujarnya dalam hati. karna dia tahu itu bukan nama sebenarnya yang Tia inginkan. Demi sama-sama menjaga suasana, masalah nama tidak menjadi bahasan Heri disaat itu karna dia tidak ingin memperkeruh keadaan. Namun walaupun demikian, suasana tetap dingin sampai Heri pamit pulang untuk kembali kerumahnya dan kembali menikmati malam dengan perh yang masih dideritanya.. Harapan untuk bisa menikmati hari bersama menjadi fakta berbalik yang harus diterimanya karna tidak sesuai dengan apa yang dia bayangkan..


Begitulah sepenggal kisah sahabat ... dan saya ikut merasakan apa yang dirasakan sahabat saya ini karena saya tahu dia... Untuk menjaga sebuah perasaan, dia rela melakukan apa saja walaupun keadaan itu akan berakibat buruk padanya. Berusaha menerima keadaan walau sekalipun hal itu akan menyakitinya.

Sobat...sekiranya pengalaman yang akan mendewasakanmu, anggaplah semua ini suatu pengajaran yang sangat berharga. Tidak semua orang mengalami seperti apa yang engkau alami saat ini. Ada saatnya kamu harus menyatakan sesuatu walau hal itu betentangan dengan keinginanmu.. Demi menjaga sebuah hati, kamu telah kesampingkan waktu yang tadinya sudah direncanakan untuk menemui ibumu. Kalau saja hari itu kamu pulang ke kampung, mungkin hal ini tidak akan kamu alami.... Allahualam. Ternyata keinginan yang kamu tepis itu adalah suara bathin ibumu yang mengabarkan kalau beliau dalam keadaan sakit..

Sobat... Rencanamu belum tentu sama dengan kehendak Tuhan.. Kamu yang sabar ya... Insyaallah kamu akan temukan apa yang menjadi tujuan dan harapanmu.. amiiin



Kamis

Pandangan Negatif terhadap Perempuan

Berikut ini adalah sekian banyak pandangan negatif masa lampau yang masih beredar di masyarakat, banyak juga ungkapan baru yang terdengar secara jelas atau sayup-sayup yang melecehkan perempuan.

Sungguh, saya benar-benar tidak sependapat dengan pandangan-pandangan berikut ini. Saya sendiri termasuk orang yang mengangungkan perempuan lebih dari syair-syair lagu yang ditulis dan didendangkan oleh Ada Band. Saya menulisnya untuk sekedar berbagi dengan para pembaca. Beberapa pandangan negatif ini saya sadur dari buku : Perempuan, karya Quraish Shihab (hal. 50-54).

Tidak dapat dipungkiri bahwa mengabaikan perempuan berarti mengabaikan setengah dari potensi masyarakat, dan melecehkan mereka berarti melecehkan seluruh manusia, karena tidak seorang manusia pun –kecuali Adam dan Hawa- yang tidak lahir melalui perempuan.
Sebenarnya, tidak ada perbedaan pendapat di kalangan pemikir kontemporer menyangkut perlunya mendudukkan perempuan pada kedudukan yang sebenarnya serta memberi mereka peranan, bukan saja dalam kehidupan rumah tangga melainkan juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Tidak disangkal juga bahwa ada bias terhadap perempuan oleh lelaki dan perempuan, muslim atau non-muslim, ualama, cendekiawan maupun bukan dari masa lalu atau masa kini. Bias tersebut bukan saja mengakibatkan peremehan terhadap perempuan karena mempersamakan mereka secara penuh dengan lelaki menjadikan mereka menyimpang dari kodratnya, dan ini adalah pelecehan. Sebaliknya, tidak memberi hak-hak mereka sebagai manusia yang memiliki kodrat dan kehormatan yang tidak kalah dengan apa yang dianugerahkan Allah kepada lelaki, juga merupakan pelecehan.

Berikut ini pandangan negatif yang beredar tentang perempuan, dari masa lalu, yakni :

Perempuan mengakui dosa-dosanya, tetapi jarang sekali mengakui kesalahan-kesalahannya sehingga Anda jarang mendengar kata “maaf” dari perempuan.

Perempuan jika melupakan kesalahan Anda, itu tidak berarti dia memaafkan Anda, dan bila dia memaafkan Anda, itu berarti dia tidak mungkin melupakan kesalahan Anda.

Perempuan selalu ingin melihat dengan kedua matanya, tetapi terkadang dia menutup keduanya untuk memberi kesempatan orang lain untuk melihatnya.

Sifat perempuan sangat hebat bukannya dia menipu Anda, tetapi menipu dirinya sendiri dengan menyatakan bahwa dia mencintai Anda.

Kegiatan pertama perempuan di pagi hari adalah menyikat giginya agar bersih dan mengasah lidahnya agar tajam.

Kalau perempuan berbicara, jangan dengarkan apa yang diucapkan lidahnya, tetapi perhatikan kalimat-kalimat yang dipancarkan matanya.

Perempuan terhormat adalah perbendaharaan yang telah hilang sehingga manusia tidak lagi mencarinya.

Perempuan bukanlah seperti perampok yang mengancam Anda dengan berkata : “Harta atau Nyawa”, tetapi perempuan menuntut keduanya.

Kalau Anda mempunyai teori baru sampaikanlah kepada perempuan, dia akan mempercayainya karena dia bodoh, dia akan menyebarluaskannya karena dia cerewet, dan dia akan mempertahankannya karena dia keras kepala.

Perempuan yang cantik adalah surga buat mata Anda, neraka buat diri Anda, dan jin yang genius terhadap isi dompet Anda.

Anda tutup kedua mata Anda, menyumbat kedua telinga Anda, berpura-pura tidur atau mati, kendati demikian, perempuan akan terus berbicara kepada Anda atau orang lain.

Kucing memiliki tujuh nyawa, sedangkan perempuan memiliki nyawa tujuh kucing.

Perempuan jika menggigit lengan suaminya, dia akan hidup. Sedangkan, lelaki bila menggigit lengan istrinya, dia akan mati.

Selama tangan Anda terbuka, dua hal pasti tidak menghindar dari Anda, dan begitu Anda menutupnya, dia segera menjauh. Keduanya adalah air raksa dan perempuan.

Perempuan seperti minuman keras yang terbuat dari anggurm disukai banyak orang padahal bahannya dari anggur yang rusak.

Ketika seorang lelaki berkata walau sekali kepada perempuan : “Anda cantik”, setan memperdengarkan kepadanya seribu kali.

Berdiskusi dengan perempuan serupa berbicara dengan air, udara atau api. Semuanya tanpa hasil.

Sungguh siapa yang berkata : “Perempuan tidak jarang gila” telah menganiaya perempuan karena sebearnya perempuan selalu setengah berakal.

Perempuan biasanya tidak melihat atau mengenang apa yang dilakukan suami untuknya, yang dilihat dan dikenang hanyalah aa yang tidak dilakukan suaminya dan apa yang dia lakukan untuk suaminya.

Jika perempuan mencintai Anda, dunia dipersembahkannya untuk Anda. Namun, jika dia membenci Anda, Anda bersama dunia dibakarnya.

Kalau Anda memohon kepada Tuhan agar Dia mengampuni dosa dan kesalahan Anda, Tuhan akan memperkenankan. Sedangkan, bila Anda memintanya kepada perempuan, Anda akan menyesal sepanjang masa.

Buaya menangis ketika ia makan, sedangkan perempuan menangis setiap saat.

Anda telah memaki seorang perempuan jika Anda memuji perempuan lain di hadapannya.

Betapa pun perempuan menangis tersedu-sedu, pasti ada saat dia membuka tas tangannya untuk melihat ke cermin, membasuh air matanya, lalu meletakkan gincu di bibirnya.

Lelaki bersahabat dengan perempuan karena sebab ini dan itu, dan lelaki mencatinya kendati perempuan begini dan begitu.

Perempuan selalu enggan menyangkut segala sesuatu yang dibagi dua.

Kesalahan terbesar yang dilakukan lelaki adalah mengejar perempuan. Ini serupa dengan memanjat pohon untuk mengambil buahnya, padahal bila dia bersabar sedikit, niscaya buah itu akan berjatuhan.

Rahasia satu-satunya yang dipegang oleh perempuan adalah umurnya.

Lelaki yang bijaksana adalah yang meminta nasihat istrinya untuk tidak dia amalkan.

Hahahah … Ampun, sampe tak henti tersenyum saat menuliskannya. Perempuan adalah partner lelaki yang punya hak sama, sifat sedikit berbeda. Di situlah keunikan dan kelebihannya.

Saya mencintai seorang perempuan, dan itu akan bermakna sama bahwa saya menghargai perempuan secara keseluruhannya. Menyakiti seorang perempuan sama halnya melecehkan keseluruhan perempuan di dunia. Hargai perempuan, hormati perempuan, sayangi perempuan dan cintai perempuan. Tanpa mereka, dunia akan jadi neraka.

Photoshop Smudge Painting

    ...